Search
Search Menu

Pdt. Agustinus Setiawidi, MA. Th.D.

asetiawidiBiodata Singkat:

Koordinator Program Studi Teologi Program Pascasarjana.

Pengampu MK: Studi-studi Perjanjian Lama, Hermeneutika, Teologi Biblika, Bahasa Ibrani Alkitab, Yudaisme

Email: a.setiawidi@sttjakarta.ac.id

Untuk biodata lengkap klik di sini.

 

KARYA ILMIAH

1. “Menggali Ulang Asal Usul Israel Perdana”

Dalam Jurnal: Jurnal Forum Biblika No. 13 – 2001. ISSN: 1410-7007. Lembaga Alkitab Indonesia. pp. 50-68.

Abstraksi: Artikel ini adalah sebuah bedah buku karya Robert Coote, Early Israel: A New Horizon (1990). Pertanyaan inti yang selama ini harus dijawab oleh para pakar terkait asal-usul Israel perdana adalah: apakah Alkitab, dalam hal ini Perjanjian Lama memberikan laporan historis tentang asal-usul nenek moyang Israel yang digambarkan sebagai para imigran dari Mesopotamia. Penggalian dan penemuan arkeologis selama beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa asal-usul nenek moyang Israel lebih dapat dimengerti sebagai sebuah proses kehidupan sosial, ekonomi, dan politik Palestina, terutama ketika Mesir mulai lemah. Orang-orang Israel yang kelak menghasilkan Perjanjian Lama adalah penduduk asli Kanaan yang mendapat kesempatan untuk memperluas permukiman di dataran tinggi yang tidak lagi mendapat kontrol ketat dari Mesir. Dari tugu Merne-Ptah, sebuah prasasti yang berasal dari abad ke-13sM, diperoleh informasi bahwa Israel adalah organisasi tribal, yang dirujuk sebagai shasu, yang berfungsi sebagai penyangga Mesir selama kurun waktu kejayaan para firaun. Israel secara bertahap dapat menguasai kehidupan sosial, ekonomi, dan politis karena jatuhnya Mesir dan mundurnya Het dalam kompetisi kekuasaan di Palestina.

Kata-kata kunci: Model-model asal usul Israel perdana, Israel perdana, perluasan permukiman, Mesir, Merne-Ptah, shasu, organisasi tribal

Lihat Artikel: Jurnal Forum Biblika No. 13 – 2001

2. “Metode Kritik Historis: Meninjau-Ulang Perannya bagi Penafsiran Alkitab”

Dalam Jurnal: Jurnal Teologi dan Gereja: Penuntun. Vol. 5. No. 20 – 2004; ISSN: 0853-2672. KPT GKI SW Jawa Barat. pp. 357-363.

Abstraksi: Dalam sejarah penafsiran Kitab Suci, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Pendekatan Kritik-Historis pernah menjadi sebuah pendekatan yang paling banyak dipakai, terutama setelah Pencerahan. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah mencari makna asli dari teks yang dibaca dan ditafsirkan. Seiring perkembangan studi penafsiran Alkitab, berbagai pendekatan baru muncul sebagai reaksi atas pendekatan Kritik-Historis yang dianggap tidak lagi mampu untuk menjawab berbagai macam pertanyaan terkait dengan bagaimana pembaca bisa memperoleh pemahaman atas teks yang dibaca. Pendekatan Kritik Historis itu sendiri akhirnya semakin ditinggalkan dan tidak menjadi pendekatan favorit dalam membaca dan menafsir Alkitab. Artikel ini mengingatkan pembaca bahwa pendekatan Kritik Historis tetap dapat dipakai untuk menghasilkan tafsiran yang konstruktif.

Kata-kata Kunci: Metode Kritik Historis, Alkitab, makna asli, pesan teologis.

Lihat Artikel: Jurnal Penuntun Vol. 5 No. 20, 2004

3. “Mengucap Syukur di Dalam Perut Ikan? Membaca Doa Ucapan Syukur Yunus dari Perspektif Satiris”

Dalam Jurnal: Jurnal Forum Biblika No. 18 – 2005. ISSN: 1410-7007. Lembaga Alkitab Indonesia. pp. 12-23.

Abstraksi: Artikel ini menawarkan sebuah alternatif penafsiran atas Yunus 2:3-11. Selama ini Mazmur yang diucapkan oleh Yunus di dalam perut seekor ikan yang besar ini diyakini sebagai bagian yang ditambahkan oleh redaksi. Daripada mengucap syukur seharusnya Yunus mengucapkan sebuah ratapan karena hidupnya terancam. Karena itulah, ucapan syukur Yunus dianggap tidak cocok dengan konteks literer. Namun demikian, jika Kitab Yunus dilihat sebagai sebuah karya satiris, maka sejumlah alasan mendasar yang selama ini dipakai oleh para penafsir untuk memisahkan mazmur Yunus dari narasi yang utuh akan dapat dijelaskan. Hubungan literer antara mazmur tersebut dengan bagian sebelum dan sesudahnya dapat dipahami secara ironis-satiris. Sebagai konsekuensi, mazmur tersebut justru akan lebih mudah dipahami mengingat karakteristik dan tujuan dari sebuah karya satiris itu sendiri. Keganjilan Mazmur Yunus dalam keseluruhan narasi adalah elemen satiris yang paling radikal.

Kata-kata Kunci: Mazmur Yunus, konteks literer, perspektif satiris, elemen satiris

Lihat Artikel: Jurnal Forum Biblika No. 18 – 2005

4. “Arkeologi dan Penafsiran Alkitab “Jangan Membuat Bagimu Patung” – Anikonisme Israel Kuno”

Dalam Jurnal: Jurnal Teologi PROKLAMASI, Edisi No. 7/Th. 4/Juni 2006. ISSN: 1412-9701. Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. pp. 115-129.

Abstraksi: Isu “larangan membuat patung di Israel kuno” terkenal melalui referensi kitab Keluaran 20:4: “jangan membuat bagimu patung (Ibr. pesel, patung pahatan dan t:mUnah, representasi), yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.” Pendapat umum meyakini bahwa larangan untuk membuat patung yang berlaku di Israel bersifat unik, dan tidak berasal dari dunia di sekitarnya. Tulisan ini berusaha untuk menjelaskan latar belakang larangan ini dengan membuat perbandingan atas isu serupa di sejumlah budaya di Timur Dekat Kuno. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam hal ini, adalah: Sejauh mana anikonisme Israel kuno bersifat unik? Dari manakah praktik semacam ini berasal?

Kata-kata Kunci: Anikonisme, anikonis, patung, tradisi de facto, tradisi programatis

Lihat Artikel: Jurnal Proklamasi No. 7 Tahun 4 – Juni 2006

5. “Menafsirkan Kejadian 3:1-24 dalam Konteks J: Kritisisme Historis dan Eksegese Teologis”

Artikel dalam Buku: Berakar di Dalam Dia dan Dibangun di Atas Dia. PT. BPK Gunung Mulia, Tahun 1998. ISBN: 979-415-534-9. pp. 27-40.

Abstraksi: Tulisan ini adalah sebuah usaha untuk menyajikan tafsiran alternatif atas teks Kejadian 3:1-24 yang biasa dikenal sebagai cerita tentang ‘Kejatuhan Manusia ke dalam Dosa.’ Dengan memanfaatkan metode Kritik Historis dan teori tentang asal usul Israel perdana yang ditawarkan oleh Robert B. Coote, teks di atas dapat ditafsirkan sebagai teks yang menawarkan teologi kesetaraan. Teologi kesetaraan ini memiliki relevansi di tengah-tengah masyarakat yang cenderung masih memegang teguh hirarki atau status sosial, ekonomi, dan politik. Kejadian 3:1-24 dapat ditafsirkan sebagai semangat untuk saling bahu membahu dalam membangun kehidupan bersama.

Kata-kata Kunci: penafsiran Alkitab, metode, Israel perdana, asal mula Israel, Palestina, Daud, sumber J, taman Eden.

Lihat Artikel: Menafsirkan Kejadian 3 dalam Konteks J – Buku Berakar di dalam Dia dan Dibangun di atas Dia, 2002

6. “The Satirical Message of Jonah”

Kumpulan Makalah:Collected communications to the XVIIIth Congress of the International Organization for the study of the Old Testament – Leiden 2004. ISSN: 0722-0790, ISBN: 3-631-55049-9. pp. 147-150.

Abstraksi: The main purpose of this short paper is to re-examine the literary genre of satire as applied to the book of Jonah. In 1971 John C. Holbert commenced to explain satire chiefly based on two works of N. Frye, Anatomy of Criticism (1967), and L. Feinberg, Introduction to Satire (1967). Correspondingly David Marcus (1995) has meticulously examined and clarified satire, before applied it to four satire in the Hebrew Bible, which included the book of Jonah. Both Holbert and Marcus agreed that the only target of satiric attack of the book is Jonah himself. Futhermore, Marcus believed that originally the book did not advocate any theological message or point of view. Despite their elaborative efforts to clarify the genre satire, it is quite obvious that both Holbert and Marcus have limitedly focused their object of attack, individually or institutionally, my short paper argues that the essence of satire is the truth or belief the satirist wants to convey in some satiric or critical way, and not the object of attack itself. If we classify the book of Jonah as satire, it is to be assumed that the book has its message.

Kata-kata kunci: Satiric, Satire, Jonah

Lihat Artikel: Satirical Message of Jonah – Buku Collected Communications to the XVIIIth Congress, Leiden 2004

7.Taking Its Shape: Towards an Indonesian Old Testament Theology

Buku. ISBN: 978-94-90393-14-4. The Nethertlands.

Abstraksi:

Although the consciousness of developing contextual theology in Indonesia might have already been present a generation earlier than in that of other Asian and African lands in the 1970’s, it has been generally observed that biblical scholarship in this country is not as contextual and developed as other forms of theology are. This is highlighted in the most recent and extensive evaluation, from the historical perspective, in A History of Christianity in Indonesia (2008).

Currently, in many parts of the world, different forms of contextual biblical scholarship are being developed. The scholars involved will usually label themselves as postcolonial biblical scholars, distinguishing themselves from western biblical scholars, whom they consider unjustly dominant and allegedly non-contextual in their scholarship, for too long. The question arises, then, as to why postcolonial biblical scholarship has not yet made headway in the Indonesian educational context. This present research attempts to give a picture of Indonesian contextual Old Testament theology and, in part, to respond to that question by presenting a dialogue between Christoph Barth’s OT theology, the most complete textbook which Indonesian theologians and students have at their disposal in their own language, and works by Indonesian OT scholars.

The research proposes that in the first place the social, political and cultural plurality of Indonesia generates complexity in defining its context. There are at least two contexts that must be taken into account in the works by Indonesian OT scholars, namely, national context and local context.

Second, the dialogue reveals that to a large extent Barth’s OT theology still holds strong influence on the works by Indonesian OT scholars. Nevertheless we discover some exceptions in several works, challenging the theological view of Creation Barth has offered to the Indonesian context.

As regards methodology applied in the works by Indonesian scholars, the dialogue discloses that by and large they do not exercise varying approaches outside of the translation model, searching for simple appropriation and correspondence between the Bible and the their respective contexts. Again, we find an exception in a work by a theologian from Timor.

We discover the most critical reaction to Barth’s OT theology in the works by Indonesian scholars exploring local wisdom, a topic which is deliberately avoided by Barth because of its supposed mundane quality.

This present research proposes that Indonesian Old Testament scholars exercise various approaches in doing biblical theology rather than simply applying the biblical context to local context, which is always a questionable method.

Exploring local wisdom and ancestor veneration, which have been judged as pagan or at least inferior to biblical wisdom and as against Christians faith, for generations, might be the most challenging topics to study in regards to contextualization, judging from the fact that to a large extent the Indonesian Christians still observe it. Above all, OT theology in Indonesia should take seriously Islam, as one of its contexts, into account.

Kata-kata Kunci: Christoph Barth, OT theology, Indonesian IT scholars, Indonesian OT theology, contextualization, local wisdom, ancestor veneration

Lihat Cover: Buku – Taking Its Shape – 2011

8. “Siapakah yang Akan Menjembatani Jurang Itu?”

Buku: Penerbit: UPI STT Jakarta, 2014. ISBN: 978 – 602 – 71379 – 1 – 2.

Abstraksi:

Orasi ilmiah ini menekankan pentingnya dialog antara kaum akademisi/profesional – mereka yang belajar teologi secara formal – dengan jemaat pada umumnya. Telah diamati secara umum, bahwa ada jurang antara penafsiran dan teologi yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Salah satu cara untuk menjembatani jurang itu adalah dengan melihat bahwa Allah di dalam Alkitab adalah Allah yang tak pernah dapat diduga, tetapi sekaligus dialogis, bahwa Alkitab sendiri menyuarakan beragam tafsir dan pemahaman, dan bahwa, oleh karena itu, gereja seharusnya selalu resah untuk memikirkan relasinya dengan Allah dan dunia di mana ia ditempatkan.

Kata-kata kunci: Allah yang tak terduga, multivokal, dialogi, penafsiran, teologi, ziarah,

Lihat Cover: Buku – Siapakah yang Akan Menjembatani Jurang Itu, 2014

9. “Towards an Indonesian Old Testament Theology: A Dialogue between Christoph Barth’s Old Testament Theology and Works by Indonesian Old Testament Scholars”

Dalam Buku: Teks dan Konteks yang Tiada Bertepi. Penerbit Pustaka Muria. 2012. pp. 155-168.

Abstraksi: This article offers a picture of Old Testament theology done by Indonesian scholars for the last forty years. The methodology used is comparing Christoph Barth’s Theologia Perjanjian Lama to the works by Indonesia Old Testament scholars. The result reveals that although to a large extent the works by the latter still depend on Barth’s theology, we discover some critical works particularly those related to creation and local wisdom.

Kata-kata kunci: Christoph Barth, Old Testament Theology, Creation, Local Wisdom

Lihat Artikel: Towards an Indonesian Old Testament Theology – Buku Teks dan Konteks yang Tiada Bertepi – 2012

10.”Kutahu yang Kupercaya: Sebuah Penjelasan Mengenai Iman Kristen”

Buku Terjemahan. Judul asli: Kijk op Geloof: Christelijk Geloof Uitgelegd. Pengarang: Henri Veldhuis. Penerbit: PT BPK Gunung Mulia, 2010. ISBN: 978-979-687-777-5

Abstraksi: Buku ini merupakan sebuah usaha untuk menguraikan pokok-pokok utama dari iman Kristen secara sederhana, tetapi tetap mendalam. Dengan kata lain, ini adalah sebuah buku dogmatika untuk jemaat yang tidak secara khusus belajar teologi. Lebih dari itu, penulis dengan sadar, berani, dan bertanggung jawab membahas sejumlah topik masa kini yang tidak akan kita temukan dalam buku-buku dogmatika klasik. Karena itu, meskipun buku ini ditulis oleh dan untuk konteks Belanda, gereja-gereja di Indonesia tetap dapat memetik manfaat diskusi-diskusi kontemporer yang juga dihadapi oleh gereja-gereja di seluruh dunia pada umumnya.

Kata-kata kunci: iman Kristen, Kristus, kasih, relasi, kebebasan, percaya

Lihat Buku: Kutahu yang Kupercaya – 2010

11. “Asal Usul Kekristenan dan Antropologi Budaya”

Buku Terjemahan. Judul asli: Christian Origins and Cultural Anthropology: Practical Models for Biblical. Pengarang: Bruce J. Malina. Penerbit: PT BPK Gunung Mulia, 2011. ISBN: 978-979-687-859-8

Abstraksi: Buku ini memberi informasi mendasar bagi penafsiran Alkitab melalui pendekatan analisis budaya. Dengan memanfaatkan teori Mary Douglas, Malina menafsirkan model “Kelompok/Kisi-kisi” analisis budaya, dan menerapkannya pada studi dan penafsiran Alkitab. Malina juga menawarkan sebuah metodologi baru untuk penafsiran Alkitab secara ilmiah, dengan mempertimbangkan perbedaan-perbedaan budaya, dan metode tafsir yang cocok untuk masing-masing budaya tersebut. Sejumlah grafik, model, dan ilustrasi dipakai oleh Malina untuk menjadi perangkat studi bagi para pakar Alkitab untuk menghasilkan penafsiran Alkitab.

Kata-kata kunci: Mary Douglas, Kelompok/Kisi-kisi, Media Simbolis Menyebar/Meluas

Lihat Buku: Asal Usul Kekristenan dan Antropologi Budaya – 2011

12. “Penuntun ke dalam Nubuat Perjanjian Lama”

Buku Terjemahan. Judul asli: Guide to Old Testament Prophecy. Pengarang: Harry Mowvley. Penerbit: PT BPK Gunung Mulia, 2000. ISBN: 979-9290-22-8

Abstraksi: Buku memberi informasi mendasar bagi setiap orang yang ingin memahami kenabian dalam Perjanjian Lama. Pendekatan pertama yang dipakai adalah meneliti tulisan-tulisan para nabi dan mempelajarinya dengan bantuan buku-buku tafsir. Pendekatan kedua adalah dengan memahami prinsip-prinsip dasar dari nubuat Perjanjian Lama, seperti: pentingnya sabda ilahi/firman, tindakan simbolis dan pengertian tentang ide-ide kenabian, hubungan antara imam dan nabi, serta antara ucapan kenabian dan sastra hikmat.

Kata-kata kunci: Nubuat, nabi, analis, pemberitaan nabi, orang-orang bijak, apokaliptik

Lihat Buku: Penuntun ke dalam Nubuat Perjanjian Lama

13. “Ilah-ilah Global: Menggali Peran Agama-agama dalam Masyarakat Modern”

Buku Terjemahan. Judul asli: Christian Origins and Cultural Anthropology: Practical Models for Biblical. Pengarang: David W. Shenk. Penerbit: PT BPK Gunung Mulia, 2001. ISBN: 979-687-022-3

Abstraksi: Buku ini lahir dari pengalaman Shenk, sebagai pakar perbandingan agama-agama, dalam berinteraksi dengan para pemeluk agama-agama di dunia, ketika diperhadapkan dengan berbagai persoalan masa kini. Alhasil, buku ini adalah sebuah refleksi bagi siapa saja yang tetap percaya bahwa agama-agama dapat menjadi inspirasi positif sebagai jalan perdamaian yang mengantar umat manusia kepada cita-cita kehidupan sejati yakni kesejahteraan, perdamaian, dan keadilan.

Kata-kata kunci: desa global, ilah-ilah, agama-agama, keadilan, perdamaian

Lihat Buku: Buku Terjemahan – Ilah-ilah Global – 2001

4 Comments Write a comment

  1. bagaimana cara saya dapatkan jurnal bapa? tks ata infonya.

    Reply

  2. Saya hanya dapat baca abstraksinya. ingin baca jurnalnya, tapi bagaimana cara saya dapatkan jurnal tersebut? tks atas infonya.

    Reply

    • Semua jurnal ada di perpustakaan STT Jakarta

      Reply

  3. Sangat bermanfaat. Terima Kasih. Tuhan Memberkati

    Reply

Leave a Comment

Required fields are marked *.