Search
Search Menu

Pdt. Robert Patannang Borrong, Ph.D

rpborrongBiodata Singkat:

Direktur Pusat Studi Etika STT Jakarta.

Pengampu MK: Etika Kristen. Mata kuliah: Pancasila, Pendidikan Kewaganegaraan, Etika Kristen I dan II, Teologi Kontekstual.

Email: r.borrong@sttjakarta.ac.id

Untuk biodata lengkap klik di sini.

 

KARYA ILMIAH

1. Creation Spirituality: An Indonesian Torajan Perspective

Dalam Jurnal: Jurnal Teologi Sola Experientia Vol. 1 No. 2, Oktober 2013; ISSN: 2337-6813. Sekolah Tinggi Teologi Jakarta dan PERSETIA Jakarta. pp. 150-166.

Abstraksi: Artikel ini menggunakan metode baru untuk memahami spiritualitas dari perspektif kebijaksanaan lokal, yang diambil dari perspektif kebudayaan Toraja. Artikel ini bertujuan untuk menyediakan metode belajar baru yang mengenali kontribusi kebijaksanaan lokal bagi kehidupan universal umat manusia. Pertama, kita akan mencari garis penyambung dari pemikiran mistik tentang hidup orang Toraja. Dimulai dengan mitos dan legenda, lalu diteruskan ke upacara dan ritual, kita akan melihat bagaimana hal-hal ini menyatu dengan baik dalam kehidupan orang Toraja. Spiritualitas lokal orang Toraja terletak dalam kedalamannya dalam menghadapi semua kehidupan, manusia dan spesies lainnya. Budaya Toraja menghormati bukan hanya realitas fisik dari hidup, tapi juga kehidupan spiritual yang “tidak nyata”. Sikap menghargai kehidupan ini menghasilkan hubungan yang konstruktif dan baik antara manusia dan mahluk hidup lainnya.

Kata-kata kunci: spiritualitas, spiritualitas ciptaan, mitos, legenda, upacara, ritual, toraja, budaya tradisional, dongeng, Tongkonan, Puya

Lihat Artikel: Jurnal Sola Experientia Vol. 1 No. 2 Oktober 2013

2. Signifikansi Kode Etik Pendeta

Dalam Jurnal: Jurnal Gema Teologi Vol. 39 No. 1, April 2015; ISSN: 0853-4500. Fak. Teologi Universitas Kristen Duta Wacana. pp. 73-96.

Abstraksi: Kode etik pendeta bukanlah sebentuk aturan atau hukum yang harus ditaati pedneta melainkan sejumlah kaidah yang menjadi pedoman pendeta untuk melaksanakan tugasnya secara optimal. Kode etik itu diperlukan justru supaya pendeta dapat menjalankan tugas-tugas pelayanannya dengan baik tanpa tekanan, tetapi juga tanpa merasa bebas dari tanggung jawab. Signifikansi kode etik pendeta adalah menolong pendeta melaksanakan pengajarannya tentang Firman Tuhan seiring-sejalan dengan kehidupan pribadi, keluarga, dan tugas-tugas pelayanannya.

Kata-kata kunci: Pendeta, kode etik, pelayanan, gembala, signifikansi, moral, integritas, rohani

Lihat Artikel: Jurnal Gema Teologi Vol. 39 No. 1 April 2015

3. Makna Etika Bagi Konseling Pastoral

Dalam Buku: Seputar Pelayanan Pastoral, Panitia Emeritasi Pdt. Daniel Susanto (ed.). 2016. Jakarta: Majelis Jemaat GKI Menteng Jakarta. ISBN: 978-602-73623-1-4, pp: 59-71.

Abstraksi: Mengapa Etika penting bagi Konseling Pastoral? Karena konseling pastoral berurusan dengan manusia sebagai subyeknya. Manusia adalah makhluk ciptaan yang mulia, citra Allah sendiri (Kejadian 1:26-28). Oleh karena itu manusia menjadi moral standing (makhluk bermoral) dan yang dalam segala aspek kehidupannya harus diperlakukan sebagai makhluk bermartabat. Etika sebagai pengetahuan akan yang baik dan yang buruk bermakna bagi konseling pastoral supaya baik pendeta maupun umat dalam berelasi dan berinteraksi selalu memperhatikan kaidah-kaidah kemanusiaan seperti menghargai dan menghormati sehingga tercipta hubungan yang benar-benar manusiawi.

Dalam proses konseling pastoral, pengetahuan dan integritas moral pendeta dapat berguna menganjurkan solusi yang benar, baik dan tepat bagi jemaat yang sedang mengalami atau menghadapi pergumulan hidup. pendeta selaku pihak yang menjadi representasi gereja dalam melaksanakan konseling pastoral. Maka makna etika bagi konseling pastoral berpusat pada pendeta (pastor centered) sebab pendeta menjadi konselor oleh karena ia menerima panggilan menjadi representasi gereja dan representasi Tuhan untuk membagi kebaikan kepada umat, khususnya kepada konseli.

Kata-kata kunci: Etika, Konseling Pastoral, Pendeta, Konseli, Integritas, Moral

Lihat Artikel: RPB – Buku Seputar Pelayanan Pastoral (1) (1)

Leave a Comment

Required fields are marked *.