Search
Search Menu

Pdt. Justitia Vox Dei Hattu, Th.D

justiBiodata Singkat:

Kepala Program Studi S-2
Pengampu MK: Pendidikan Kristiani.
Email: j.hattu@sttjakarta.ac.id

Untuk biodata lengkap klik di sini.

 

KARYA ILMIAH

1. “Christian Education for Enhancing Adult Meaning-Making Oriented for Transformation in the Contemporary Context of Indonesia”

Dalam Jurnal: A Journal of Christian Education in Korea, Vol. 39, Oktober 2014. ISSN: 1229-781X-72. The Korean Society for the Study of Christian Religious Education, Korea. pp. 151-171

Abstract: The indoctrination model governed by a dictation method, which mostly dominates adult Christian education in the church of Indonesia, limits the space of adults meaning-making activity. Therefore adults are not creative enough to respond towards various situations brought by the contemporary context of the Indonesia they encounter everyday. The adult meaning-making model oriented for transformation emerges as a response against indoctrination model and its dictation method. This model promotes critical thinking, mutual dialogue, and transformation as main characteristics of adult meaning-making activity.

Keywords: adult, meaning-making, indoctrination, dictation, critical thinking, mutual dialogue, transformation

Lihat Artikel Lengkap: Jurnal Christian Education (Oktober 2014)

Lihat Penilaian Reviewer: Justitia Vox Dei Hattu – Peer Review – Journal of Christian Education in Korea

 

2. “Gereja dan Pendidikan Kristiani untuk Orang Dewasa: Antara Harapan dan Kenyataan”

Dalam Jurnal: Jurnal Teologi Diegesis Vol. 1, No. 1, Agustus 2016. ISSN: 2528-7025. Unit Penerbit dan Literatur STT Bethel. pp. 29-38.

Abstract: Kita tidak dapat memungkiri bahwa pendidikan kristiani untuk orang dewasa dalam konteks Gereja-gereja di Indonesia masa kini masih didominasi oleh model indoktrinasi dengan metode mendiktenya. Akibatnya, orang dewasa tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan diri, kemampuan berpikir kritis, dan membangun relasi (yang dialogis) dengan orang-orang di sekitarnya ketika mereka ada bersama-sama untuk belajar. Tulisan ini mengajak kita melihat konsekuensi dari model pendidikan yang indoktrinatif dan mengusulkan kepada kita model pendidikan orang dewasa yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membangun relasi yang dialogis, serta berorientasi pada transformasi. Ketiga karakteristik ini dikembangkan dari tiga teori/model pembelajaran orang dewasa, yaitu teori andragogi yang dipopulerkan oleh Malcolm Knowles, model pembelajaran transformatif yang diperkenalkan oleh Jack Mezirow, dan model story-linking yang dipromosikan oleh Anne Wimberly.

Keywords: gereja, pendidikan kristiani, orang dewasa, indoktrinasi, berpikir kritis, dialogis, transformasi, andragogi, pembelajaran transformatif, story-linking

Lihat Artikel Lengkap: Jurnal Diegesis (Agustus 2016) pdf

Lihat Penilaian Reviewer: Justitia Vox Dei Hattu – Peer Review – Jurnal Diegesis

 

3. “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Bingkai Kurikulum 2013: Beberapa Butir Pemikiran Dari Perspektif Pendidikan Kristiani”

Dalam Buku: Education for Change, ISSN: 2528-7025. Unit Penerbit dan Literatur STT Bethel. 2017. pp. 222-236.

Abstract: Berkualitas atau tidaknya sebuah kurikulum, tidak hanya ditentukan oleh isi dari kurikulum tersbut, tetapi ditentukan juga oleh guru (mata pelajaran apapun) sebagai pelaksana kurikulum tersebut. Jika demikian, maka seorang Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pelaksanaan kurikulum, khususnya kurikulum 2013 yang sementara diberlakukan di sekolah-sekolah seantero nusantara ini, sangat strategis. Sebagai pelaksana kurikulum, Guru PAK setidaknya memainkan peran empat strategis. Pertama, Guru PAK sebagai seorang ilmuwan yang mempertanyakan hal-hal yang belum diketahui dan bersama dengan para siswanya mereka menyelidiki dan mencari jawaban atas hal-hal yang masih menjadi misteri. Kedua, Guru PAK sebagai seorang coach yang mampu menciptakan sebuah suasana belajar-mengajar yang bersahabat bukan menindas, sehingga proses pembelajaran itu sendiri membuka ruang seluas-luasnya bagi para siswa untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal. Ketiga, Guru PAK sebagai seorang event organizer yang dalam mendesain rencana-rencana pembelajaran berupaya semaksimal mungkin untuk menyesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan para siswa dan bukan sekedar mementingkan apalagi memuaskan keinginan sang guru semata. Dan terakhir, Guru PAK sebagai seorang hakim yang mampu menilai para siswa secara adil dan bertanggungjawab, dan bukan sekedar atas dasar suka atau tidak suka.

Keywords: Guru PAK, Kurikulum 2013, ilmuwan, coach, event organizer, hakim

Lihat Artikel Lengkap: Justitia Hattu – Bab Buku – Education For Change (2017)

Lihat Penilaian Reviewer: Justitia Vox Dei Hattu – Peer Review – Bab Buku Education for Change

 

4. “Protestanisme dan Pendidikan Kristiani

Dalam Buku: Menuju Gereja Orang Basudara, ISBN: 978-602-1047-77-4. Satya Wacana University Press. pp. 280-297.

Abstract:

Protestanisme sudah hadir di Bumi Seribu Pulau sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam rentang ratusan tahun itu, dialektika terajut di dalamnya dan mewujdu salah satunya dalam ranah pendidikan. Tulisan sederhana ini hadir sebagai upaya untuk memotret dialektika relasi antara Protestanisme (Calvinis) dengan konteks Maluku pada ranah pendidikan. Apa yang hendak saya tawarkan lewat tulisan ini adalah sebuah refleksi atas pelaksanaan Pendidikan Kristiani (yang dibutuhkan) dalam konteks Gereja (Gereja Protestan Maluku) atau dalam konteks masyarakat kepulauan, yakni Maluku. Salah satu pertanyaan utama yang akan dijawab melalui tulisan ini adalah model pendidikan seperti apa yang diharapkan muncul dalam konteks bergereja/bermasyarakat di Bumi Seribu Pulau yang begitu dipengaruhi oleh teologi Calvinis?

Tulisan ini terbagi atas dua bagian besar: pertama tulisan ini dimulai dengan uraian singkat tentang Protestanisme (Calvinis) dengan fokus pada pandangan tentang pendidikan; dan kedua, keterkaitan antara konteks Gereja atau masyarakat kepulauan dan implikasi yang dibawasertanya bagi desain Pendidikan (Kristiani) dalam konteks tersbut, serta bagaimana Pendidikan (Kristiani) berupaya menjawab tantangan tersebut.

Keywords: Protestanisme, Calvinis, Pendidikan Kristiani

Lihat Artikel Lengkap: Justitia Hattu – Bab Buku – Menuju Gereja Orang Basudara (2017)

Lihat Penilaian Reviewer: Justitia Vox Dei Hattu – Peer Review – Bab Buku Menuju Gereja Orang Basudara

Leave a Comment

Required fields are marked *.